Wiiih…! Fredrich Yunadi Pernah Lolos Seleksi Menjadi Komisioner KPK

Share:

Fredrich Yunadi kena giliran ditangkap KPK.  KPK resmi menangkap Fredrich Yunadi, Sabtu 13 Januari 2017. Fredrich sempat menjadi pengacara Setya Novanto. Mirip dengan penangkapan Setya Novanto, penangkapan Fredrich Yunadi ini juga dilakukan di rumah sakit. Fredrich dijemput oleh tim KPK saat Fredrich hendak mengecek sakit jantung yang dideritanya.

Fredrich ditangkap karena diduga melakukan tindak pidana menghalang-halangi penyidikan KPK terhadap kasus korupsi e-KTP Setya Novanto. KPK sebelumnya telah menahan dokter Bimanesh Sutarjo, dokter yang merawat Novanto di RS Permata Hijau yang juga ditetapkan sebagai tersangka pada kasus yang sama.

KPK menduga ada persekongkolan antara Fredrich Yunadi dan dokter Bimanesh dalam memanipulasi data medis Setya Novanto pasca drama kecelakaan tiang listrik agar bisa dirawat di rumah sakit untuk menghindar dari pemeriksaan KPK pada bulan oktober 2017 lalu.

Setelah ditangkap, Fredrich langsung menjalani pemeriksaan sebagai tersangka selama 10 jam. Usai pemeriksaan, Fredrich kemudian ditahan di rumah tahanan. Ia akan menjalani masa penahanan 20 hari ke depan guna proses kelengkapan berkas perkara penyidikan.

Terkait dengan penahanannya ini, Fredrich membantah tuduhan yang dialamatkan padanya. Ia menegaskan bahwa ia tidak menghalangi penyidikan, ia berdalih hanya menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai advokat.

Fredrich lahir di Jakarta, 1 Februari 1950. Tahun 1994, ia mendirikan kantor pelayanan hukum “Yunadi & Associates bersama 12 pengacara, beberapa ahli hukum dan pejabat.

Namanya melambung karena berhasil membebaskan Budi Gunawan, calon tunggal Kapolri yang ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh KPK pada tahun 2015. Kiprah Fredrich saat menjadi pengacara Setnov cukup menarik perhatian publik.

Penyebabnya adalah komentar-komentar dan langkah pemimpin kantor hukum Yunadi & Associated itu dalam mendampingi Setnov. Fredrich menyematkan gelar akademis Dokter (Dr), Sarjana Hukum (SH), Magister Hukum (Legum Magister/Masters of Laws; LL.M), dan Magister Bisnis (Master of Business Administration/MBA).

Nah menariknya, gelar akademis itu pula yang disematkan Fredrich pada namanya saat melamar jadi calon komisioner KPK pada 2010 silam. Seperti dikutip dari situs Ditjen PP Kemenkumham, Fredrich adalah satu dari 12 orang yang lolos seleksi tahap kedua (makalah). Belakangan, ia gagal dalam seleksi komisioner KPK tersebut. Begitulah Fredrich. Sekian. (redaksi/berbagai sumber)

 

Share:

Tinggalkan Balasan