Tiga Tokoh Bernama Sahal di Indonesia, Siapa Mereka?

1327
0
Share:

Di Republik Indonesia ini, ada tiga tokoh bernama Sahal yang mencuri perhatian khalayak, khususnya umat Islam di tanah air. Siapa saja tiga Sahal itu?

Pertama, KH. Ahmad Sahal, beliau lahir di Gontor, 22 Mei 1905. Beliau pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo bersama 2 orang lainnya KH Zainuddin Fananie dan KH Imam Zarkasyi. Ia adalah putera kelima dari Kyai Santoso Anom Besari.

KH. Ahmad Sahal.jpeg

Kiai Sahal, pada tahun 1926 menjadi utusan umat Islam daerah Madiun pada Kongres Umat Islam Indonesia di Surabaya. Dan pada tahun yang sama, membuka kembali Pondok Modern Darussalam Gontor dengan program pendidikan yang dinamakan “Tarbiyatu-l-Athfal”.

Setahun kemudian, ia mendirikan Pandu Bintang Islam dan klub olahraga dan kesenian yang diberi nama “RIBATA” (Riyadhatu-l-Badaniyah Tarbiyatu-l-Athfal). Sejak tahun 1929 mendirikan kursus Kader dan Barisan Muballigihin yang berakhir hingga tahun 1932.

Pada tahun 1935 ia mengetahui Ikatan Taman Perguruan Islam (TPI), yaitu suatu ikatan sekokolah-sekolah yang didirikan oleh alumni-alumni TA di desa-desa sekitar gontor. Pada tahun 1937 mendirikan organisasi pelajar Islam yang di beri nama “Raudlatu-l-Muta’allimin”. Selain itu ia juga mendirikan dan memimpin Tarbiyatu-l-Ikhwan (Barisan Pemuda) dan Tabiyatu-l-Mar’ah (Barisan Wanita). Beliau meninggal di Gontor, 9 April 1977 pada umur 71 tahun.

Kedua, KH. Mohammad Ahmad Sahal Mahfudh, beliau lahir di Kajen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, 17 Desember 1937. Kiai Sahal Mahfudh adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejak tahun 2000 hingga 2014.

Sebelumnya, selama dua periode ia menjabat sebagai Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sejak 1999 hingga 2014. Kiai Sahal selama 10 tahun memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah, kemudian didaulat menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI pada Juni 2000 sampai tahun 2010.

Achmad sahal mahfudz.jpg

Di luar itu, Kiai Sahal adalah pemimpin Pesantren Maslakul Huda (PMH) sejak tahun 1963. Pesantren di Kajen, Margoyoso (Pati, Jawa Tengah) ini didirikan ayahnya, KH Mahfudh Salam, pada 1910. Selain itu Kiai Sahal adalah rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU), Jepara, Jawa Tengah sejak tahun 1989 hingga mengantarkan INISNU menjadi UNISNU Jepara pada tahun 2013.

Kiai Sahal mendapatkan gelar doktor kehormatan dari UIN Syarif Hidayatullah (2003). Pada tanggal 24 Januari 2014, Kiai Sahal tutup usia di kediamannya komplek Rumah Sakit Dr. Kariadi.

Dan tokoh yang ketiga adalah Akhmad Sahal. Sosok yang seringkali menyita perhatian warganet karena pandangan keagamaannya yang kritis dan progresif.

Sahal yang ini, meraih gelar masternya dalam bidang teori politik di Universitas New York, Amerika Serikat (2006). Sarjana mudanya diperoleh dari Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara. Sebelum ke Amerika, Sahal aktif di berbagai organisasi.

Dia pernah bekerja di Komunitas Utan Kayu dan aktif dalam membangun jaringan intelektual di sana. Ia turut mendirikan Freedom Institute, dan menjabat sebagai Deputi Direktur hingga 2005. Sahal juga Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika-Kanada. Dia juga masuk dalam jajaran pengurus PBNU periode KH Said Aqil Siradj.

Kini, dia tengah menyelesaikan studi PhD di Department of Religious Studies, University of Pennsylvania, Amerika Serikat. Semoga Sahal cepat meraih gelar PhD-nya.

 

Share:

Tinggalkan Balasan