Taufiq Kiemas Tak Pernah Padam Berjuang untuk Empat Pilar Kebangsaan

1350
0
Share:

Taufiq Kiemas dikenal sebagai politisi yang berkomitmen memperjuangkan empat pilar, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Kepeduliannya kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sangat luar biasa mengesankan. Pak Taufiq Kiemas siap melakukan apa saja, berkorban apa saja.

Dalam pemikiran Taufiq Kiemas, empat pilar ini adalah mutlak dan tidak bisa dipisahkan dalam menjaga dan membangun keutuhan bangsa. Awalnya muncul perdebatan keras saat gagasan empat pilar negara ini. Terutama mengenai lahirnya Pancasila, karena awalnya tidak semua setuju Pancasila disebut lahir pada 1 Juni 1945. Ada yang berpendapat bahwa Pancasila lahir 18 Augustus 1945, saat disahkan oleh PPKI menjadi dasar negara.

Tapi secara perlahan Taufik Kiemas berhasil meyakinkan semua bahwa tidak salah kalau tanggal 1 Juni 1945 disebut Hari lahirnya Pancasila, sebab pada tanggal 1 Juni itulah di sidang BPUPKI Bung Karno pertama kali berpidato menyampaikan gagasannya tentang 5 dasar atau pokok pegangan kita bernegara.

Pidato Bung Karno juga disambut tepuk tangan gegap gempita oleh seluruh Anggota BPUPKI. Lima pokok pikiran tersebut sama dengan rumusan Pancasila sekarang pada tanggal 1 Juni 1945 ini juga Bung Karno menyebut nama gagasannya itu Pancasila.

Sedang pada 18 Augustus 1945, kita sebutlah itu Hari Konstitusi, sebab harilah itulah PPKI mensahkan Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai dasar dan ideologi Negara. Dalam pidato ilmiahnya yang berjudul Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Sebagai Sumber Moralitas dan Hukum Nasional, dalam rangka penganugerahan gelar doktor kehormatan (Honoris Causa) oleh Universitas Trisaksi di Gedung Nusantara IV, Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu 10 Maret 2013, Kiemas menjelaskan gagasannya tersebut.

Menurutnya, konsepsi Empat Pilar merupakan sumber moralitas dan hukum. Penyebutan Empat Pilar tidaklah dimaksudkan keempat pilar tersebut memiliki kedudukan yang sederajat. Pancasila tetap diposisikan sebagai dasar dan ideologi negara yang berkedudukan di atas tiga pilar lainnya

Gagasan menelurkan empat pilar kebangsaan ini dilatarbelakangi perkembangan kebangsaan Indonesia di era Reformasi. Era ini tidak hanya berdampak positif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, namun juga berdampak pada tantangan yang harus ada solusinya.

Taufiq Kiemas meminta buah pikirannya ini bisa dijabarkan dan menjiwai semua peraturan perundangan, institusi pendidikan, pertahanan, dan semua sendi kehidupan bernegara. Dr. (HC) H. Muhammad Taufiq Kiemas lahir di Jakarta, 31 Desember 1942 – meninggal di Outram, Singapura, 8 Juni 2013 pada umur 70 tahun.

Taufiq Kiemas adalah seorang negarawan dan politikus Indonesia. Ia menjabat sebagai Ketua MPR-RI periode 2009–2014, namun di tengah masa jabatannya, ia meninggal dunia pada 8 Juni 2013. Taufiq Kiemas juga merupakan suami dari Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri.

Share:

Tinggalkan Balasan