Perdana Menteri Termuda Selandia Baru dari Partai Buruh

Share:

“Kami bercita-cita menjadi pemerintah bagi semua orang Selandia Baru dan akan memanfaatkan kesempatan untuk membangun Selandia Baru yang lebih adil dan lebih baik“ Jacinda Ardern

Jacinda Kate Laurell Ardern (37) resmi terpilih menjadi perdana menteri Selandia Baru. Ia menggantikan John Key yang menggundurkan diri pada 2016. Ardern, yang berasal dari Partai Buruh, didaulat sebagai pemimpin termuda di Selandia Baru sejak 150 tahun silam.

Jacinda Ardern terpilih sebagai perdana menteri setelah memenangkan pemilu yang dihelat 23 September lalu. Ardern pun terpilih sebagai perdana menteri perempuan ketiga setelah Jenny Shipley (1997-1999) dan Helen Clark (1999-2008). Ardern juga menjadi pemimpin termuda sejak Edward Stafford yang memimpin Selandia Baru dalam dua periode, 1865-1869 dan 1872. Ia juga perdana menteri wanita ketiga yang ada di negara berpenduduk 4,6 juta jiwa itu.

Ardern sudah mulai bergabung dengan Partai Buruh sejak usia 17 tahun. Sebelum menjadi anggota parlemen pada 2008, Ardern merupakan salah satu anggota staf mantan PM Selandia Baru Helen Clark. Ardern lahir 26 Juli 1980 di Hamilton, Selandia Baru. Ia pernah kuliah di Universitas Waikato, Selandia Baru.

Ardern lahir dan besar di pinggiran kota Hamilton. Saat berusia 6 tahun, ia dan keluarganya pindah ke Murupara. Kini, ia hidup bersama pasangannya, Clarke G, seorang penyiar televisi. Ardern penggemar The Beatles, Smashing Pumpkins, dan Shapeshifter.

Ardern disorot karena berbeda gaya. Ia modis, tidak segan bersumpah serapah saat diwawancara, dan mendukung kelompok LGBT. Ia menyadari partainya tak mendapat dukungan mayoritas. Dalam sebuah pernyataan resmi singkatnya, Ardern mengatakan bahwa Selandia Baru kini memulai hari baru yang lebih baik.

Kepemimpinan Ardern sekaligus menegaskan tren para pemimpin muda di seluruh dunia. Sebelumnya, ada nama Kanselir Austria, Sebastian Kurz, Presiden Prancis Emmanuel Macron, serta Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.

Hemm… munculnya pemimpin muda nampaknya menjadi sebuah gelombang baru yang terjadi di seluruh dunia. Nah, bagaimana dengan Republik Indonesia pada tahun 2019 kelak, rakyatnya mau Presiden muda atau tua ya? (berbagai sumber)

Share:

Tinggalkan Balasan