Oh Damainya Karl Marx

1359
1
Share:

Apa pandangan Marx tentang perdamaian? Adanya perjuangan kelas buruh yang sampai pada pengakuan akan perlunya diktator proletariat. Hal ini merupakan upaya untuk merealisasikan masyarakat tanpa kelas. Pola kemasyarakatan ini akan membentuk sistem sosialis, di mana setiap orang akan diperlukan kemampuannya dan pada setiap orang akan diberikan sesuai dengan kebutuhannya.

Dalam catatan Pani Vaspintra, pemikiran Marx tersebut sangat dipengaruhi oleh pandanganya terhadap kapitalisme, di mana ia menganggap bahwa kapitalisme hanya akan memperbesar kesenjangan antara si kaya dan si miskin. Dalam pandangannya, masyarakat semacam ini tidak dapat hanya ditunggu, namun harus segera diciptakan.

Untuk merealisasikan idenya tersebut, Marx kemudian mendemonstrasikan keberadaan kelas-kelas sosial dalam fase sejarah dalam perkembangan akan kepemilikan faktor produksi. Perjuangan kelas yang dilakukan pun ditujuan untuk membentuk kediktatoran proletariat.

Pada akhirnya, sebagaimana ide yang digagas Marx, kediktatoran itu adalah sebagai bentuk transisi dari penghilangan semua jenis kelas sosial sehingga tercipta masyarakat tanpa kelas. Seperti yang dicita-citakannya, perdamaian akan terwujud melalui mekanisme perwujudan konsep dan pandangan yang ia gulirkan. Itulah sekelumit tafsir perdamaian ala Karl Marx.

Karl Marx lahir pada tanggal 5 Mei 1818 di Kota Treves (Trieste, Trier), Provinsi Rhein di Prusia. Karl Marx muda mengalami sendiri masa-masa perkembangan awal kapitalisme di mana sawah-sawah mulai digusur untuk pendirian pabrik-pabrik, hingga para petani miskin yang kehilangan tanahnya terpaksa melamar bekerja di pabrik-pabrik.

Banyak sumber mengatakan bahwa Marx senang bermain di sawah ketika masa kecilnya dulu. Pengamatan yang dilakukannya sepanjang masa kecilnya itu, kelak dituangkan dalam analisis yang terinci mengenai perkembangan kapitalisme dan hubungannya dengan masalah pertanian.

Marx muda mengikuti semua berita politik melalui koran yang ada di negerinya. Ayahnya, Heinrich Marx, adalah seorang yang terpandang di kalangan masyarakat Jerman, Marx mewarisi satu semangat mempelajari filsafat. Ayahnya yang terpelajar, meminati bacaan filsafat dari John Locke, terutama karya-karya awalnya yang sangat kental mengandung filsafat Materialisme, dan Diderot.

Pembicaraan-pembicaraan yang ada di dalam keluarga inilah yang kelak membangkitkan minat Marx muda untuk mempelajari filsafat, terutama sekali materialisme. Nah, walaupun Marx menulis tentang banyak hal semasa hidupnya, ia paling terkenal atas analisisnya terhadap sejarah, terutama mengenai pertentangan kelas, yang dapat diringkas sebagai “Sejarah dari berbagai masyarakat hingga saat ini pada dasarnya adalah sejarah pertentangan kelas”, sebagaimana yang tertulis dalam kalimat pembuka dari Manifesto Komunis

Kabarnya, dalam hidupnya, Marx terkenal sebagai orang yang sukar dimengerti. Ide-idenya mulai menunjukkan pengaruh yang besar dalam perkembangan pekerja segera setelah ia meninggal. Pengaruh ini berkembang karena didorong oleh kemenangan dari Marxist Bolsheviks dalam Revolusi Oktober Rusia. Ide Marxian baru mulai mendunia pada abad ke-20. Sekarang bagaimana? Karl Marx meninggal di London, Inggris, 14 Maret 1883 pada usia 64 tahun.

 

 

Share:

1 comment

Tinggalkan Balasan