Menengok Calgary, Mengenal Walikota Terbaik Dunia

1294
0
Share:

Calgary, kota di Kanada ini pada tahun 2016 dinobatkan sebagai kota terbersih di dunia. Calgary adalah kota terbesar di provinsi Alberta, Kanada. Calgary dikunjungi orang Eropa untuk pertama kalinya pada tahun 1787. Calgary mulai berkembang sejak rel kereta api yang dibangun Canadian Pacific Railway mencapai kawasan tersebut. Pada tahun 1884 Calgary resmi menjadi sebuah kota kecil (town) dan menjadi kota pada tahun 1894.

Karena cadangan minyak yang tinggi ditemukan di Alberta pada tahun 1960-an,  Calgary pun berkembang pesat. Pencakar langit dibangun dengan cepat dan dari tahun 1971 hingga 1987. Jumlah penduduknya tumbuh dari 403.000 menjadi 647.000. Perkembangan kota turut dibantu saat harga minyak meningkat akibat embargo minyak Arab pada tahun 1973, namun pada pertengahan 1980-an harga minyak mengalami penurunan sehingga perekonomian Calgary pun terpengaruh.

Setelah ekonominya mulai pulih pada akhir dekade tersebut, Calgary mulai meninggalkan ketergantungan mereka pada minyak dan berinvestasi di sektor lain, terutamanya pariwisata. Calgary merupakan tujuan wisata alam serta olahraga musim dingin. Tahun 1988 kota ini menjadi tuan rumah Olimpiade musim dingin. Sekitar 80 km di sebelah barat Calgary terdapat Pegunungan Rocky.

Gambar terkait

Walikota terbaik

Walikota Calgary, Naheed Nenshi merupakan seorang muslim, dinobatkan sebagai walikota terbaik dunia karena usahanya dalam membuat peningkatan kehidupan masyarakat di salah satu kota terbesar di Kanada itu. Penghargaan walikota terbaik ini dilakukan setiap dua tahun sekali oleh World Mayor.

Nenshi merupakan walikota beragama Islam pertama di Amerika Utara pada tahun 2010. Saat ini, dia menjalani masa jabatan kedua dan merupakan Walikota Calgary ke-36. Calgary merupakan kota keempat terbesar di Kanada. Nenshi menjadi walikota pertama di Kanada yang menerima penghargaan bergengsi ini. Dan menjadi seorang muslim yang berada di peringkat pertama sebagai walikota terbaik dunia.

Pemilik nama lengkap Naheed Kurban Nenshi ini lahir di Toronto, Ontario, pada 2 Februari 1972. Namun dia tumbuh di Calgary. Dia adalah putra pasangan imigran asal Tanzania, Noorjah dan Kurban. Keluarga ini hijrah ke Kanada saat Nenshi masih berada dalam kandungan sang bunda.

Nenshi terbilang cemerlang dalam pendidikan. Dia meraih gelar sarjana perdagangan dari Universitas Calgary pada 1993. Dia kemudian meraih gelar master kebijakan publik dari John F Kennedy, Universitas Harvard, pada 1998. Pada usia 22 tahun, Nenshie telah bergabung dengan McKinsey and Company, salah satu perusahaan konsultan top dunia. Setelah delapan tahun bekerja, akhirnya dia kembali ke Calgary, bekerja untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, memulai bisnis, dan meraih gelar profesor dari Universitas Mount Royal. Dia juga menjadi komentator dan kolumnis dalam masalah publik.

Bapak dua anak ini mulai terjun ke dunia politik pada 2004. Kala itu dia maju menjadi calon dewan kota di Calgary. Namun ia gagal. Enam tahun kemudian, dia mendaftar sebagai calon Walikota Calgary dan terpilih. Perjuangan Nenshie pada 2010 itu sungguh tak mudah. Dia kerap menjadi sasaran kampanye hitam karena keyakinannya sebagai muslim.

Hasil gambar untuk calgary

Pada 11 September 2010 –saat peringatan pengeboman World Trade Center (WTC, New York, Amerika Serikat)– kantor sekretariat yang menjadi pusat kampanye Nenshi dirusak. Perusakan juga terjadi saat perayaan Idul Fitri. Tak hanya teror perusakan, ancaman juga diterima Nenshi melalui surat elektronik.

Tapi Nenshie terus maju. Dia menggalang dukungan dan relawan dari kaum muda Calgary. Salah satu gebrakannya adalah kampanye melalui media sosial. Perlahan tapi pasti, elektabilitas Nenshi sebagai calon walikota terus menanjak. Dari calon yang tak diperhitungkan sama sekali, dia ternyata mampu unggul dan menarik hati pemilih dalam pemilihan Oktober 2010 itu. Ia pun terpilih sebagai muslim pertama yang menjabat sebagai Walikota Calgary.

Setelah resmi dilantik sebagai Walikota Calgari pada 2010, Nenshi langsung membuat sejumlah gebrakan. Nenshi segera memerintahkan penyelidikan dugaan korupsi di badan usaha milik kota, Enmax. Penyelidikan ini berhasil membongkar korupsi yang dilakukan mantan CEO Enmax, Gary Holden, yang dilakukan pada 2010. Selain itu, Nenshi juga berhasil menurunkan gaji pejabat senior Enmax yang jumlahnya selangit.

Pada 2011, Nanshie memulai pembangunan Shepard Energy Centre yang dikelola Enmax. Pusat energi ini mampu menghasilkan listrik 800 Mega Watt, yang bisa menyokong separuh kebutuhan listrik Kota Calgary. Pembangkit itu dijadwalkan beroperasi pertengahan tahun ini.

Selain itu, Nanshi merevitalisasi perkotaan dengan menggandeng komunitas lokal. Tak hanya itu, pada 2012 dia menyumbangkan 10 persen gajinya atau sekitar Rp 204 juta untuk kegiatan amal di Calgary sebagai respons kenaikan gaji sebesar 6 persen yang dinikmati para anggota dewan kota.

Di bidang transportasi, Nenshi memulai pembangunan jalur sepeda. Calgary ditargetkan punya jalur sepeda sepanjang 30 kilometer pada 2020. Selain itu, dia menghapus tarif parkir untuk masyarakat yang bersedia menggunakan transportasi massal di Calgary. Sehingga masyarakat mau berpindah dari kendaraan pribadi ke transportasi massal.

Tak hanya bidang infrastruktur. Nenshi juga dikenal sangat aktif dalam bidang kemanusiaan. Lihat saja setelah dilantik sebagai walikota untuk periode ke dua pada Oktober 2013. Dia langsung mengawal sejumlah anak cacat Calgary ke Disneyland, menumpang pesawat Air Canada dalam acara amal bertajuk “Mimpi Terbang”.

Tak hanya itu, pada 2013 itu Nenshi juga menunjukkan kepedulian sosial yang besar, saat terjadi banjir bandang di wilayah Alberta. Dia mampu membangkitkan semangat penduduk yang sudah putus asa dengan kondisi yang teramat buruk kala itu. Nenshie berhasil menggugah hati penduduk Calgary untuk bersama-sama mengulurkan tangan, membantu korban banjir.

Di bawah kepemimpinan Nenshi, Calgary tak hanya menjadi kota yang maju, melainkan juga beradab. Sebuah kota yang tak menggilas nilai-nilai kemanusiaan dengan modernitas. “Semua saya coba lakukan, seperti yang Anda semua tahu, sangat otentik, sungguh nyata dengan rakyat dan fokus bekerja keras, dalam membuat komunitas ini menjadi tempat yang lebih baik sama seperti semua orang di komunitas ini,” kata Nenshi saat memberi pidato kemenangan pemilu 2013.

Segala prestasi itu mendapat apresiasi dari City Mayor Foundation. Organisasi yang berbasis di London, Inggris, ini menilai Nenshi sebagai pemimpin yang visioner yang sangat paham seluk-beluk pemerintahan daerah. (Berbagai Sumber)

 

Share:

Tinggalkan Balasan