Ketika Pak Amien Rais Merangkul Buya Syafii Maarif di Bandara

1238
0
Share:

Hari ini, Selasa (5/12/2017) beredar di media sosial foto dua tokoh republik, Pak Amien Rais dan Buya Syafii Maarif. Dalam foto itu Pak Amien sedang merangkul Buya Syafii yang tertawa senang karena tak sengaja tiba-tiba saja berjumpa sahabat lama.

Ya, persahabatan mereka berdua berjalan sudah lama. Keduanya adalah tokoh bangsa. Suka tak suka, mereka berdua tokoh penting di republik ini, meski kadang berbeda dalam pandangan dan arah gerakan.

Mengenai beredarnya foto mereka berdua itu, menurut catatan Eric Tauvanie, sesaat setelah gambar ini dikirim oleh Buya via WA, dia bertanya mengenai kapan dan di mana foto itu diambil. Buya Syafii menjawab bahwa foto itu tadi pagi secara kebetulan jumpa Pak Amien di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta.

Dua guru bangsa ini dalam karir banyak persamaannya. Jika meminjam istilah Afnan Malay, keduanya nyaris sepadan, kecuali almamater pertamanya, tapi tetap di kota yang sama, Yogyakarta. Pak Amien lulusan Universitas Gadjah Mada, sedangkan Buya Syafii  lulusan Universitas Cokroaminoto.

Pak Amien dan Buya Syafii juga sama-sama melanjutkan sekolah di negara yang sama, Amerika Serikat. Bahkan gelar doktor Pak Amien dan Buya juga berasal dari kampus yang sama. Pak Amien menggenggam gelar master (1974) dari Universitas Notre Dame, Indiana, Amerika.  Gelar doktor ilmu politiknya dari Universitas Chicago, Illinois, Amerika Serikat.

Buya Syafii meraih program Master di Departemen Sejarah Universitas Ohio, AS. Sementara gelar doktornya diperoleh dari Program Studi Bahasa dan Peradaban Timur Dekat, Universitas Chicago, AS, dengan disertasi: Islam as the Basis of State: A Study of the Islamic Political Ideas as Reflected in the Constituent Assembly Debates in Indonesia.

Kemudian, dua-duanya dosen, sama-sama guru besar. Pak Amien mengajar di almamaternya, dan hanya berjarak beberapa ratus meter ke timur. Buya Syafii mengabdi di IKIP Yogyakarta. Pak Amien dan Buya Syafii juga pernah menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah.

Pak Amien dan Buya Syafii meski kerap berbeda pandang dalam pilihan politik, mereka berdua adalah guru bangsa, guru republik ini. Persahabatan mereka amat manis. Menurut Eric Tauvani, dalam Memoar Anak Kampung yang ditulis oleh Buya Syafii, di sana tampak jelas betapa Buya selalu mengenang persahabatan keduanya. Buya tidak pernah melupakan kiprahnya di Persyarikatan Muhammadiyah yang bermula atas jasa Pak Amien.

Bahkan, ketika kediaman Pak Amien beberapa waktu yang lalu mendapatkan teror dari orang tak dikenal, Buya saat itu langsung menuju rumah Pak Amien untuk memastikan semua baik-baik saja.

Kedua tokoh bangsa ini tak pernah saling menjelek-jelekkan, saling menghargai. Persahabatan bagi mereka adalah kunci. Kunci kemanusiaan sejati. Mari belajar pada kedua tokoh ini tentang arti persahabatan, meski kerap berbeda dalam pandangan dan pilihan politik.

Berikut riwayat singkat Pak Amien, untuk membaca riwayat Buya Syafii klik di sini.

Amien Rais, lahir di Solo pada 26 April 1944, dibesarkan dalam keluarga aktivis Muhammadiyah. Orang tuanya aktif di Muhammadiyah cabang Surakarta. Masa belajar Amien banyak dihabiskan di luar negeri. Sejak lulus sarjana dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada 1968 dan lulus Sarjana Muda Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta (1969), ia melanglang ke berbagai negara dan baru kembali tahun 1984 dengan menggenggam gelar master (1974) dari Universitas Notre Dame, Indiana, dan gelar doktor ilmu politik dari Universitas Chicago, Illinois, Amerika Serikat.

Setelah kembali ke tanah air, Amien kembali ke kampusnya mengajar di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.  Ia bergiat pula dalam Muhammadiyah, ICMI, BPPT, dan beberapa organisasi lain. Pada era menjelang keruntuhan Orde Baru, Amien adalah cendikiawan yang berdiri paling depan. Tak heran ia kerap dijuluki Lokomotif Reformasi.

Akhirnya setelah terlibat langsung dalam proses reformasi, Amien membentuk Partai Amanat Nasional (PAN) pada 1998 dengan platform nasionalis terbuka. Tahun 1999-2004 ia menjadi Ketua MPR. Posisinya tersebut membuat peran Amien begitu besar dalam perjalanan politik Indonesia sampai saat ini.

Amien Rais menikah dengan Kusnasriyati Sri Rahayu. Dari pernikahannya, Amien dikaruniai lima orang anak, yaitu Ahmad Hanafi Rais, Hanum Salsabiela Rais, Ahmad Mumtaz Rais, Tasnim Fauzia, dan Ahmad Baihaqi. Tanggal 8 Oktober 2011 Putra Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais menikah dengan Futri Zulya Safitri, anak dari Menteri Kehutanan saat itu, Zulkifli Hasan yang kini menjadi Ketua Umum PAN. (Davika)

Share:

Tinggalkan Balasan