Ibu Retno Agen Perubahan Dunia

888
0
Share:

Kabar indah untuk Indonesia. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menerima penghargaan Agen Perubahan untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan dari badan urusan perempuan PBB, UN Women di Markas PBB, New York, AS, pada Rabu, 20 September 2017.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Asisten Sekretaris General PBB yang juga selaku Deputi Direktur Eksekutif UN Women Lakhsmi Puri pada acara jamuan makan siang yang dihadiri oleh pemimpin dan tokoh perempuan dunia di sela pelaksanaan Sidang Majelis Umum PBB ke-72 di Markas Besar PBB, New York. Nah yuk kita ikuti rekam jejak Ibu Retno.

Retno Lestari Priansari Marsudi, panjang juga nama lengkapnya, lahir di Semarang, Jawa Tengah, 27 November 1962. Ia menikah dengan Agus Marsudi, seorang arsitek, dan dikaruniai dua orang anak, yaitu Dyota Marsudi dan Bagas Marsudi.

Ia adalah Menteri Luar Negeri perempuan pertama Indonesia yang menjabat sejak 27 Oktober 2014 dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo. Sebelumnya sebagai dutabesar Indonesia untuk Kerajaan Belanda di Den Haag.

Awalnya, usai lulus kuliah ia bergabung dengan Kementerian Luar Negeri Indonesia. Tahun 1997 hingga 2001, ia menjabat sebagai sekretaris satu bidang ekonomi di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag, Belanda. Pada tahun 2001, ia ditunjuk sebagai Direktur Eropa dan Amerika. Retno dipromosikan menjadi Direktur Eropa Barat pada tahun 2003.

Pada tahun 2005, ia diangkat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Norwegia dan Islandia. Selama masa tugasnya, ia memperoleh penghargaan Order of Merit dari Raja Norwegia pada Desember 2011, menjadikannya orang Indonesia pertama yang memperoleh penghargaan tersebut.

Selain itu, ia juga sempat mendalami studi hak asasi manusia di Universitas Oslo. Sebelum masa baktinya selesai, Retno dikirim kembali ke Jakarta untuk menjadi Direktur Jenderal Eropa dan Amerika, yang bertanggung jawab mengawasi hubungan Indonesia dengan 82 negara di Eropa dan Amerika.

Retno kemudian dikirim sebagai Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda pada tahun 2012. Ia juga pernah memimpin berbagai negosiasi multilateral dan konsultasi bilateral dengan Uni Eropa, ASEM (Asia-Europe Meeting) dan FEALAC (Forum for East Asia-Latin America Cooperation).

Selamat Ibu Retno. Semoga juga mampu menjadi agen perubahan Indonesia. Amin. (Berbagai sumber)

Share:

Tinggalkan Balasan