Ibu Martha Tilaar, Ikon Kecantikan Perempuan Timur

984
0
Share:

Belum lama ini, terbitlah sebuah buku buah pikiran Dr. (H.C) Martha Tilaar yang berjudul Kecantikan Perempuan Timur. Inilah buku catatan pengalamannya dalam membangun perusahaan kosmetik yang diawali dari kecintaannya pada kekayaan alam dan budaya Indonesia. Sejak awal merintis usaha, Martha telah melakukan berbagai riset untuk dikembangkan bagi kemajuan dunia kecantikan.  Ia tak ingin upayanya dalam menggali potensi kekayaan Nusantara tergerus zaman begitu saja.

Buku Kecantikan Perempuan Indonesia yang merupakan catatan pengalaman Ibu Martha selama kurang lebih setengah abad berkecimpung di dunia perawatan diri dan kecantikan. Sebelumnya buku ini telah diterbitkan pada tahun 1999, namun diterbitkan kembali dengan beberapa penyempurnaan pada isinya.

Menurut Dorothea Rosa, penulis yang juga menjadi editor pada buku ini, Ibu Martha Tilaar tidak hanya menengok ke masa silam dalam upaya menggali kekayaan khazanah alam di Nusantara yang berhubungan dengan kecantikan itu, melainkan ia juga melihat ke masa depan, baik kemajuan teknologi di abad 21 maupun perkembangan keadaan masyarakat Indonesia yang semakin modern. Berbagai jenis kemajuan sains dimanfaatkan untuk semakin memperkaya produk Martha Tilaar dalam mendayagunakan limpahan kekayaan alam Nusantara.

Ya, siapa tak kenal Ibu Martha Tilaar, ia menjadi ikon pengusaha Indonesia yang bergerak di bidang kosmetika dan jamu dengan nama dagang Sariayu. Ia dilahirkan di kota Kebumen, Jawa Tengah pada tanggal 4 September 1937 dan memiliki empat anak, Bryan Emil Tilaar, Pinkan Tilaar, Wulan Tilaar, Kilala Tilaar.

Kisah Ibu Martha bermula, ketika kecil ia justru bertingkah seperti lelaki, enggan merawat diri. Ibunya, Nyonya Handana acapkali menegur, “Martha, kau nanti tidak laku, lho.” Singkat kisah, Sang ibu lalu menitipkan putrinya pada seorang ahli kecantikan tradisional di Yogyakarta, Titi Poerwosoenoe. Ibu Martha mengaku, “Ibu Titi, guru pertama yang mengajar saya bersolek”.

Kisah perjuangan hidup Ibu Martha dimulai ketika ia mengajar di SD selama dua tahun setelah menjadi sarjana pendidikan dari IKIP Jakarta. Lalu ia mengikuti suami, Dr. Henry A. Rudolf Tilaar, yang bertugas ke Amerika Serikat. Di sanalah ia belajar masalah kecantikan, dan lulus 1967. Lalu bekerja selama tiga tahun di Campes Beauty Salon, Universitas Indiana, AS.

Setelah kembali ke Jakarta, 1969, ia membuka salon kecantikan. Dimulai dari modal 1 juta rupiah di saku, hasil menabung selama tingal dan bekerja di Amerika Serikat, selain juga sumbangan dari ayahnya-Handana-dan adik-adiknya, Ratna dan Bambang. Maka, awal tahun 1970, 3 Januari 1970, berdirilah Martha’s salon.

Salon kecil di Jalan Dr. Kusumaatmaja, Jakarta itu, akhirnya berkembang menjadi lima buah. Meskipun ia mendapat pendidikan dari Amerika, ajaran gurunya yang pertama kali, Titi Poerwosoenoe, masih terngiang. “Saya mesti back to nature“.

Seiring berjalannya waktu, usahanya kian berkembang dengan berdirinya pabrik kosmetik PT Sari Ayu, Martha Kosmetika Indonesia, yang diresmikan oleh Ny. Nelly Adam Malik, 22 Desember 1981. Baru berusia dua tahun perusahaan itu mendapat penghargaan tertinggi untuk penampilannya pada The First Asian Beauty Congress and Exhibition, Singapura. Ibu Martha sendiri memperoleh Doktor Kehormatan di bidang Fashion Artistry dari The World University Tucson, Arizona, Amerika Serikat, 1984.

Prinsip berbagi yang melandasi bisnis kecantikan Ibu Martha diwujudkan dalam bentuk pemberdayaan, terutama bagi perempuan. Grup usaha Martha Tilaar ini memayungi 11 anak perusahaan dan mempekerjakan sekitar 6.000 karyawan, 70% diantaranya adalah perempuan.

Tak sedikit di antara kaum hawa ini yang mendapatkan kesempatan belajar dan sekolah cuma-cuma untuk mengembangkan dirinya. Mulai pekerja di ranah rumah tangganya hingga ahli seperti peneliti di perusahaannya. Ibu Martha tak sungkan mengirim peneliti belajar etnobotany ke Perancis dan medical antropology di Leiden, Belanda. Satu lagi kunci sukses bisnis Ibu Martha Tilaar, fokus pada satu bidang, yakni kecantikan.

Ibu Martha Tilaar juga meraih penghargaan dari Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki Moon pada UN Global Compact Leaders Summit di New York karena menjalankan perusahaan yang memiliki program meliputi 10 prinsip Global Compact etika, seperti hak asasi manusia, tenaga kerja, konservasi pengendapan, dan anti korupsi sejalan dengan delapan tujuan pembangunan milenium.

Akhirnya, Ibu Martha telah menjadi ikon kecantikan perempuan dari timur yang memberi makna kecantikan sejati perempuan Indonesia sesuai konsep kecantikan Rupasampat Wahyabyantara, yaitu perpaduan harmonis antara dua unsur: kecantikan lahirian dan batiniah. (berbagai sumber)

 

Share:

Tinggalkan Balasan