Elizabeth II dan Penobatannya sebagai Ratu

626
0
Share:

Untuk pertama kali, Elizabeth II berbicara tentang penobatannya sebagai Ratu Kerajaan Inggris pada 65 tahun lalu. Ia mengungkapkan, betapa tidak nyaman naik kereta kencana emas ke tempat upacara megah tersebut berlangsung.

Dalam keterangan pribadi yang sangat langka, yang didokumentasikan oleh BBC dan dijadwalkan disiarkan pada Minggu (14/1) ini, Ratu Elizabeth II berbicara terus terang tentang upacara penobatannya. Ia menyinggung, antara lain, beberapa permata mahkota yang memiliki arti simbolis dalam upacara.

Tak ketinggalan, Ratu Elizabeth II, yang kini berusia 91 tahun, menceritakan pengalamannya mengenakan mahkota kerajaan yang cukup berat. Mahkota ini, menurut dia, berisiko ”mematahkan leher”.

Elizabeth II dinobatkan sebagai ratu pada 2 Juni 1953 di Westminster Abbey di London, Inggris, dalam sebuah upacara kuno yang berasal dari tata cara penobatan Raja Inggris 1.000 tahun lalu. Ia menyampaikan pengalamannya naik kereta kerajaan seberat 4 ton dari Istana Buckingham ke Westminster Abbey, tempat raja-raja Inggris dinobatkan sejak tahun 1066. Menurut dia, berada di atas kereta tersebut tidak nyaman.

Gambar terkait

Foto: Bird In Flight

Elizabeth II baru berumur 25 tahun saat menjadi Ratu Inggris. Penobatannya dilakukan sepeninggal ayahandanya, Raja George VI, tahun 1952. ”Menurut saya, ini adalah awal kehidupan seseorang yang benar-benar berdaulat,” katanya.

”Acara ini semacam kontes kesatria dan cara kuno untuk melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh. Saya telah melihat satu penobatan (ayahandanya dinobatkan tahun 1937) dan kemudian saya juga dinobatkan. Hal ini sangat luar biasa,” ungkap Elizabeth II.

Sang ratu juga menyampaikan bagaimana perjuangannya mengenakan gaun penobatannya yang berbahan sutra dilengkapi mutiara, dengan benang emas dan perak. ”Saya ingat ketika saya harus melalui gundukan karpet dan saya tidak bisa bergerak sama sekali,” ujarnya.

Film dokumenter ini menampilkan pula rekaman informal yang diambil di balik layar, termasuk gambar Pangeran Charles, ahli waris takhta Kerajaan Inggris yang saat itu berusia 4 tahun, dan adik perempuannya, Putri Anne, yang sedang bermain-main di bawah gaun panjang sang ratu.

Gambar terkait

Foto: Time Magazine

Mahkota St Edward

Pangeran Charles sebelumnya mengungkapkan bagaimana ibunya berlatih mengenakan mahkota St Edward seberat 2,2 kilogram saat Charles dulu sedang dimandikan.

Ratu Elizabeth mengenakan dua mahkota dalam acara penobatan, yakni mahkota St Edward yang belum pernah dikenakannya lagi serta mahkota Imperial yang bertatahkan berlian dan dipakai dalam acara-acara resmi, seperti pembukaan parlemen. Ketika memimpin pembukaan parlemen, Ratu Elizabeth II memberikan pidato.

”Anda tidak bisa melihat ke bawah untuk membaca pidato itu. Anda harus menaikkan kertas pidato karena jika Anda melihat ke bawah, leher Anda akan patah dan mahkotanya jatuh,” tuturnya sambil tersenyum.

Film dokumenter menunjukkan bagaimana Ratu Elizabeth melihat dengan penuh rasa ingin tahu dan kemudian menyeringai sambil mengetuk mutiara-mutiara yang bergantung pada mahkota Imperial yang beratnya 1 kilogram. Dua mutiara di antaranya disebutkan dibeli oleh ratu pendahulunya dari Dinasti Tudor, Ratu Elizabeth I (1533-1603). ”Mutiara-mutiara itu semula dimaksudkan untuk menjadi anting-anting Ratu Elizabeth I,” katanya.

Ratu Elizabeth II tidak pernah memberikan wawancara formal selama masa kekuasaannya yang panjang. Pakar upacara penobatan Alastair Bruce, yang berbicara dengan Ratu Elizabeth II di program tersebut, menjelaskan, interaksinya dengan sang ratu selama 1,5 jam adalah sebuah ”percakapan”.

”Anda tidak bisa menyodorkan pertanyaan langsung kepada Ratu Elizabeth. Jadi, Anda memberikan pendapat dan kemudian Ratu meresponsnya,” ujar Bruce kepada wartawan.

Menurut dia, ada kesan bahwa Ratu Elizabeth mungkin tidak menyukai mahkota berat itu dan bersikap ”sangat praktis” dalam memperlakukan perhiasan-perhiasan di mahkotanya.

Bruce menyebutkan, selama berbincang-bincang dengan Ratu Elizabeth, mahkota diletakkan agak jauh dari jangkauan sang ratu. Karena itu, Bruce meminta petugas untuk memindahkan meja mahkota sehingga berada lebih dekat dengan posisi duduk Ratu Elizabeth II. (REUTERS/LOK)

Sumber Harian Kompas 14 Januari 2018 

Share:

Tinggalkan Balasan