Dennis Ritchie – Tanpanya tidak ada internet dan aplikasi yang bisa kamu pakai

1105
0
Share:
dennis ritchie

Bila saja mau dilihat dan dihitung secara mikroskopik, maka dunia modern saat ini berhutang banyak pada sosok satu ini. Siapa yang tidak tahu Google, Apple, Amazon, Intel, dan sederet perusahaan teknologi lainnya yang produknya sehari-hari digunakan dalam skala global.  Apalagi penggerak utama era paska Revolusi Industri ini selain teknologi informasi ?. Perusahaan-perusahaan teknologi yang berpusat di daerah yang dinamakan Sillicon Valley, Amerika Serikat telah menjadi episentrum pengembangan teknologi informasi yang belum ada tandingannya saat ini yang hampir semuanya menggunakan karya dari tokoh satu ini, begitu juga pengembang software dari seluruh dunia.

Dennis Ritchie, yang lebih dikenal oleh koleganya dengan sebutan username di systemnya yaitu “dmr” ini adalah tokoh yang menciptakan bahasa pemograman C, yang awalnya digunakan untuk membantu temannya Ken Thompson untuk menciptakan Sistem Operasi Unix, sehingga bisa dibilang “dmr” juga adalah co-founder dari unix juga. Bahasa pemograman C adalah bahasa pemograman low level, yang mampu berjalan di hampir semua platform hadware dari mikrokontroller dan komputer. Pada awalnya digunakan sebagai bahan baku untuk membuat Unix, bahasa C menjadi pionir dalam bahasa pemrograman yang tidak hanya dapat berjalan di hampir semua platform Hardware akan tetapi juga mampu digunakan dalam sistem operasi yang berbeda-beda juga. Bahasa C adalah gerbang dari konsep “open system”, dimana satu program bisa dikembangkan dalam satu platform dan dengan mudah digunakan pada platfrom yang lain (lintas platform).

Di lain hal, sistem operasi unix yang mana produk turunannya banyak yang menjadi produk produk teknologi komersial dengan nilai valuasi yang luar biasa. Apple adalah contoh nyatanya, perusahaan dengan kapitalisasi terbesar di dunia saat ini, brand paling mahal ini menggunakan dasar unix dan pemrograman C dalam setiap produknya baik dari sistem operasi Macintosh, sampai sumber pendapatan terbesar apple yaitu iPhone. Begitu juga dengan perusahaan teknologi besar lainnya, sudah tidak terhitung teknologi yang dibangun dengan dasar penemuan “dmr”,  hasil karya Dennis Richie bisa dibilang adalah DNA dari semua produk teknologi yang beredar di dunia saat ini  dengan kadarnya masing-masing. Tanpa hasil karya “dmr” tidak ada sistem operasi macintosh, yang menjadi alat utama industri kreatif, tanpa dikembangkannya unix, yang tidak ada sistem operasi turunan seperti *BSD dan Linux yang menjadi tulang punggung internet saat ini, tanpa bahasa pemrograman C, tidak ada library-library yang bisa dikembangkan lagi menjadi bahasa pemrograman lain lintas platform yang membuat produk-produk software saat ini, termasuk mobile apps yang ada di setiap smartphone. Hampir tidak ada produk teknologi yang tidak melibatkan dua penemuan “dmr”, Bahasa C dan Unix.

Lahir pada tanggal 9 September 1941, Dennis Ritchie mewarisi karakter geek dari ayahnya yang seorang ilmuwan di Bell Labs, “dmr” sempat juga  bekerja di tempat yang sama dengan ayahnya sebelum ditransfer ke Lucent Technology saat terjadi restrukturisasi perusahaan. Pada saat bekerja di Bell Labs itulah dia dan temannya Ken Thompson mulai mengembangkan 2 penemuan terhebat di era teknologi informasi yaitu Bahasa C dan Unix. Berbagai penghargaan bergengsi dari kalangan intelektual sudah diraihnya, seperti Turing Award (yang bisa dibilang setara dengan Nobel di bidang komputer), National Medal of Technology, IEEE Richard W. Hamming Medal, Computer Pioneer Award, Computer History Museum, Japan Prize dan sebagainya.

Dua orang jenius ini pada awalnya hanyalah proyek terusan ketika Bell Labs mengembangkan suatu sistem operasi bernama Multics yang saat itu digadang-gadangkan akan menjadi sistem operasi paling menjanjikan. Multics kemudian menjelma menjadi Unix ketika kantor mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan proyek itu dikarenakan kompleks dan mahalnya biaya pengembangan. Mereka berdua meneruskan hasil karya itu secara independen dari proyek lain, dengan membujuk manajemen kantor untuk memberikan mereka fasilitas setelah mereka berjanji akan mengembangkan software word processing (seperti text editor). Pada saat itu pengembangan sistem operasi masih menggunakan bahasa pemrograman mesin/assembly yang cukup merepotkan, sehingga “dmr” mengembangkan bahasa pemrograman yang lebih human friendly, dimulai dari bahasa pemrograman B yang hanya berukuran 8 kilobytes, yang kemudian berkembang menjadi Bahasa Pemrograman C. Rumor yang berkembang adalah Dennis Ritchie menggunakan nama B dan kemudian C, karena kedua bahasa pemrograman tersebut menggunakan design dan mewarisi beberapa komponen dari BCPL (Basic Combine Programming Language), suatu proyek mengembangkan bahasa pemrograman yang menjanjikan yang bernasib sama seperti Multics.

Dennis Ritchie

“dmr” dan Ken Thompson saat mengembangkan Multics (foto :computerhistory.org)

 

Saat proyek Multics dan CPL yang gagal karena terlalu kompleks, maka Unix dan Bahasa Pemrograman C berkembang karena kesederhanannya. Dikarenakan “dmr” dan Ken Thompson mengembangkan Unix dan Bahasa Pemrograman C menggunakan aset Bell Labs yang saat itu dimiliki oleh AT&T (Perusahaan Telekomunikasi terbesar di dunia saat itu), untuk menghindari konspirasi monopoli saat itu maka AT&T memperbolehkan mereka berdua mendistribusikan dua penemuan penting ini secara gratis. Universitas adalah tempat berkembangnya Unix dan C yang paling ideal saat itu, dengan hardware dan kebutuhan yang minimal, para pengajar mulai mengenalkan mahasiswa tentang keduanya, dan setelah mereka lulus mereka masih membawah unix dan C untuk membangun industri teknologi informasi yang saat ini kita kenal. Meskipun setelah beberapa waktu, AT&T mulai memasang lisensi pada kedua penemuan ini yang membuat banyak pihak kecewa. Untungnya saat itu ada seorang hacker dari MIT bernama Richard Stallman yang mengenalkan konsep open source dan GNU (GNU Not Unix) yang membuat kedua penemuan penting ini bisa tetap dikembangkan dan dinikmati oleh dunia secara gratis.

Sosok sedehana yang juga menyukai travelling ini meninggal dunia pada tanggal 12 Oktober 2011, satu minggu setelah kematian Steve Jobs, sang pendiri Apple.  Banyak yang mengagungkan nama Steve Jobs sebagai sosok teknologi yang merubah muka dunia, tapi tanpa Dennis Ritchie a.k.a “dmr” maka tidak akan ada Steve Jobs, tidak ada Bill Gates, tidak ada Linus Torvarld, maupun Jeff Bezos. Tidak ada Apple, tidak ada Microsoft, tidak Amazon, tidak ada Google, dan seterusnya. Tidak ada satu manusia pun yang tidak tersentuh oleh hasil karya “dmr” di dunia modern ini, maka tidak salah bila Dennis Ritchie mempunyai level yang berbeda dari semua nama terkenal di bidang teknologi dan bisa disebut penemu rendah hati yang merubah muka dunia. “dmr” adalah Bapak Teknologi Moderm.

Share:

Tinggalkan Balasan