Albert Rahman Putra dan Gubuak Kopi Generasi Milenial

816
0
Share:

Gubuak Kopi adalah nama sebuah komunitas, berdiri pada tanggal 1 Agustus 20111 di Solok, Sumatera Barat. Gubuak Kopi  dikelola oleh pemuda yang terdiri dari pegiat seni, penulis, jurnalis, dan mahasiswa. Sejak tahun 2016,  Gubuak Kopi berbasis di Kelurahan Kampung Jawa, Kota Solok, Sumatera Barat.

Salah satu program kegiatannya adalah Daur Subur yang fokus pada pengembangan media dalam mengangkat konten-konten lokal, baik untuk Solok maupun Sumatra Barat. Tujuan utama Gubuak Kopi adalah mengaktivasi ruang publik yang dalam hal ini ada perpustakaan. Pustaka kelurahan tidak hanya gudang penyimpanan buku, tetapi juga terminal pengetahuan, ruang untuk bertemu, berdiskusi, berinteraksi, berbagi informasi, dan berkreatifitas.

Gubuak Kopi dibangun dari dua suku kata, yaitu Gubuak dan Kopi. Gubuak di Minangkabau adalah semacam pondok sederhana yang digunakan para petani untuk beristirahat disela pekerjaan. Dalam bahasa Indonesia gubuak dapat juga diartikan Gubuk. Sedangkan kata Kopi adalah salah satu nama minuman yang cukup digemari di Minangkabau bahkan di dunia. Fokus utama Gubuak Kopi pada bidang literasi media dan mengajak warga, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa, untuk mengenal cara kerja media melalui kegiatan kreatif atau kesenian.

Pendiri dan nakhoda Gubuak Kopi ini seorang anak muda milenial yang bernama Albert Rahman Putra. Ia lahir di Solok, 31 Oktober 2017, lulusan Jurusan Seni Karawitan, ISI Padangpanjang, Sumatera Barat. Albert kini juga  menjabat sebagai Ketua Umum Gubuak Kopi.

Albert aktif menulis di berbagai media, pernah juga terlibat dalam proyek seni dan fokus juga terhadap kajian yang berkaitan dengan media, musik, dan sejarah lokal Sumatera Barat. Keren dan bermanfaatnya komunitas Gubuak Kopi adalah salah satu bukti bahwa generasi milenial tak lagi di pinggiran.

Generasi yang lahir antara tahun 1980 dan 1999 ini telah menjadi penentu arah dalam berbagai bidang, di ruang lokal maupun menjadi inspirasi milenial nasional.  Albert, contoh bagaimana generasi milenial minang khususnya, yang memilki cara berpikir dan mencari solusi sangat berbeda dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Terus berkembanglah Albert! (berbagai sumber)

 

 

 

Share:

Tinggalkan Balasan