Ada Apa dengan Tomy Winata dan Cristiano Ronaldo?

Share:

Sebelum mengetahui ada apa hubungan antara Tomy Winata dan Cristiano Ronaldo, kita telusuri dulu siapakah Tomy Winata ini? Ya, Tomy Winata, seorang pengusaha Indonesia. Banyak kisah tentang sosok pengusaha ini. Tahun 1988, bersama dengan Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP), yaitu Yayasan yang dimiliki oleh Angkatan Darat, Tomy melakukan penyelamatan terhadap Bank Propelat yang semula dimiliki oleh Yayasan Siliwangi.

Bank Propelat yang ber-asset hanya sekitar Rp. 8 Milyar tersebut di-rescue oleh Tomy bersama YKEP, dan diubah namanya menjadi Bank Artha Graha. Hanya dalam tempo tidak lebih dari 1,5 tahun, maka Bank Artha Graha menjadi baik dan sehat, yang kemudian terus dikembangkan.

Selanjutnya pada tahun 1997, sebelum krisis ekonomi yang melanda Indonesia, Tomy diminta oleh Bank Indonesia untuk bersama-sama dengan Bank Indonesia menyelamatkan Bank Arta Pusara yang saat itu sudah diambilalih Bank Indonesia karena berbagai permasalahan-permasalahan yang ada dari pemilik sebelumnya.

Nama Bank Arta Pusara kemudian diubah namanya menjadi Bank Arta Pratama, dan hanya dalam, kurun waktu sekitar 1 tahun, Bank Arta Pratama berubah menjadi Bank Katagori A menurut penilaian Bank Indonesia sehingga tidak direkapitalisasi.

Pada tahun 2003, Tomy mengambil alih PT Bank Inter-Pacific Tbk, dan selanjutnya pada tahun 2005 Bank Inter-Pacific melalui Pasar Modal mengambil alih Bank Artha Graha, yang selanjutnya diubah namanya menjadi Bank Artha Graha Internasional Tbk.(INPC.JK)

Salah satu usaha utama lainnya dari Tomy adalah dalam sektor properti dan infrastruktur. Melalui PT Jakarta Internasional Hotels and Development (JIHD.JK) Tomy memiliki Hotel Borobudur, dan melalui anak perusahaan yaitu PT Danayasa Arhatama Tbk (SCBD.JK) Tomy memiliki Kawasan Business District yang pertama dan terbaik di Indonesia, yaitu Sudirman Central Business District (SCBD) seluas 45 hektare yang terletak di jantung Jakarta.

Salah satu icon SCBD adalah keberadaan Gedung Indonesia Stock Exchange, yang merupakan pusat Pasar Modal Indonesia. Pembangunan The Signature Tower setinggi 111 lantai akan mencapai ketinggian 638 meter dan menjadi gedung tertinggi ke 5 di dunia. Pembangunan The Signature Tower ini adalah untuk menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia Bisa. Tomy memiliki visi bahwa kawasan SCBD akan menjadi “Manhattan of Indonesia”.

Selain berkecimpung dalam dunia usaha, Tomy juga sangat memperhatikan masalah sosial, kemanusiaan, dan lingkungan. Untuk mewujudkan hal ini, Tomy mendirikan Yayasan Artha Graha Peduli “Artha Graha Peduli Foundation” (AGP). Artha Graha peduli memiliki lima pilar kepedulian, yaitu: Membantu penanganan dini para korban bencana alam besar yang terjadi di Indonesia: Kegiatan Sosial Kemanusiaan dalam ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan; Kepedulian atas pelestarian lingkungan; Bantuan hukum dan Rumah Keadilan bagi masyarakat yang memerlukan.

Artha Graha Peduli seringkali hadir dan membantu di banyak bencana yang terjadi di Indonesia, yaitu diantaranya gempa dan tsunami Aceh, Meletusnya Merapi dan Gempa Jogjakarta, gempa bumi padang, bencana di wasior-Papua, meletusnya Gunung Lokon di Manado, meletusnya Gunung Rokatenda di NTT, berbagai banjir besar dan tanah longsor yang terjadi termasuk di Jakarta, berbagai kebakaran besar dan lainnya.

Sejak sekitar tahun 1997, Tomy lebih banyak memfokuskan diri pada pelestarian lingkungan, salah satunya diwujudkan dengan Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) yang merupakan kawasan konservasi hutan, satwa-liar seluas 45.000 hektare, dan kawasan cagar laut seluas 14.500 hektare. Lokasi TWNC adalah di ujung selatan pulau Sumatera. TWNC setidaknya telah melepas-liarkan 5 harimau sumatera.

Pada awal 2012, Tomy melalui TWNC bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) menyelenggarakan Program Pasca-Rehabilitasi berbasis konservasi alam bagi ex korban narkoba. Program yang unik ini adalah pertama di dunia, dan mendapatkan perhatian serta apresiasi langsung dari Executive Director “UNODC” (United Nations of Drugs and Crime), Mr.”Yuri Fedotov” yang telah berkunjung ke TWNC pada akhir 2012. Pada Maret 2013, Tomy Winata atas undangan UNODC, mempresentasikan program pasca rehabilitasi tersebut dihadapan Sidang Tahunan UNODC ke 54 di Vienna, Austria.

Berkas:AG1 CR7.JPG

Kepedulian Tomy terhadap pelestarian lingkungan, juga diwujudkan dengan rencana pelestarian mangrove di Bali. Pada Maret 2013, di Madrid, Tomy dan Forum Peduli Mangrove – Bali telah mengangkat “Cristiano Ronaldo” (CR7) pemain sepak bola ternama dunia untuk menjadi Duta Mangrove. Tomy dan Cristiano Ronaldo sepakat untuk melestarikan mangrove, khususnya di Bali. Nah begitulah hubungannya.

Tomy sendiri lahir di Pontianak, 23 Juli 1958, atau sering dikenal dengan inisial TW. Selain kisah tentang TW yang ditulis Wikipedia di atas, tentu ada kisah-kisah lain tentang sepak terjang TW di republik ini. Anda bisa searching sendiri atau menuliskannya lagi di sini. Terima kasih. (berbagai sumber/redaksi)

 

Share:

Tinggalkan Balasan